STIEKN Ajari Manajemen Perajin Gerabah
Di Post Oleh: admin stiekn Tanggal: 09/05/2018 Di Baca10 kali

MALANG - Langkah menarik dilakukan 150 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIEKN) Jaya Negara Malang di program Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPM). Progam digelar di tiga titik berbeda di Kabupaten Malang materinya member peluang usaha dan pasar baru bagi masyarakat yang memiliki usaha kerajinan konvensional.
Tiga titik lokasi itu yakni Desa Pandesari Kecamatan Pujon yang sebagian masyarakatnya peternak sapi perah yang menghasilkan susu. Kedua, Desa Pagelaran Kecamatan Pagelaran, di mana masyarakatnya merupakan perajin gerabah dan masih melakukan secara tradisional. Selanjutnya Desa Kedokwetan Kecamatan Turen yang merupakan sentra tahu.
Dari ke tiga titik penelitian dan pengabdian selama dua bulan itu, yang menjadi titik perhatian adalah di Desa Pagelaran Kecamatan Pagelaran. Karena para perajin gerabah di sana selama ini masih melakukan secara konvensional.
‘’Turun temurun. Baik bentuk, pola, style, manajemen dan marketingnya. Sehingga kami harus kerja ekstra keras mejadikan desa tersebut sebagai desa binaan STIEKN Jaya Negara,’’ papar Drs Bambang Hadi P. MS, Wakil Ketua III yang juga Ketua LPPM STIEKN Jaya Negara didampingi Ketua STIKEN Jaya Negara Dra Eny Lestari Widarni MM, kemarin.
Pola dan langkah sebagai desa binaan yang dilakukan STIEKN yakni membimbing dan mengarahkan para perajin gerabah. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas, juga memberikan sentuhan seni, model dalam produksinya.
‘’Jika tetap memproduksi secara tradisional, maka pasar mereka akan terkikis. Hilang. Hasil produksi akan ditinggalkan konsumen. Sebaliknya, perajin gerabah harus diberi sentuhan seni, model yang sedang trend,’’ ungkapnya dengan menyebut di sana akan menjadi sentra gerabah yang modern. Berkait dengan itu, tambah Eny, STIEKN akan memfokuskan dan menindaklanjuti bahwa desa itu untuk diberikan bimbingan bagaimana membentuk pasar pasar baru. Namun demikian, sebelum melangkah lebih jauh, tentu para perajin harus menguasai manejemen, marketing, dan bisa membaca peluang pasar.
‘’Karena itu, kami memiliki keinginan di desa Pagelaran harus ada satu gerai khusus atau ruang pamer dari hasil kerajinan masyakat di sana. Sehingga konsumen mudah membelinya. Selain itu, kami juga akan mengarahkan agar perajin mengenal internet. Dengan tujuan, agar bisa memasarkan produksinya lebih maksimal,’’ tegasnya. STIEKN yang saat ini terakreditasi B tersebut, mengakui jika keberhasilan para perajin kuncinya pada marketing. Itu sebabnya, STIEKN yang kampusnya kini berada di Jalan Anjasmoro 22 Kota Malang dan Jalan Jenderal Sudirman 11 Kepanjen ini, lebih focus memberi ilmu manajemen dan pemasaran kepada masyarakat.
‘’Memproduksi itu gampang, tetapi kalau tidak memiliki dasar manajemen dan ilmu marketing, maka sulit berkembang. Tidak memiliki strategi pemasaran, maka tidak bisa menjual. Perajin akan tumbang dengan cara perlahan,’’ katanya. Langkah dilakukan STIEKN tersebut, tambah Eny, merupakan tindak lanjut dari kerjsama dengan Pemkab Malang yang berkaitan dengan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) yang dilakukan beberapa bulan lalu.
Sehingga, program pengabdian kepada msyarakat itu, dijadikan sarana untuk menciptakan ekonomi masyarakat dari yang pra sejahtera menuju sejahtera. Sementara itu, dari 150 mahasiswa STIKEN tersebut, selain memberikan ilmunya di bidang manajemen dan akuntansi, mereka juga melakukan beberapa program pengabdian lain. Mulai praktik pendidikan di PAUD, TK, SD, bhakti sosial pengobatan para manula, serta penelitian

Post Populer
Top